Tips Parenting Saat Hadapi Anak Susah Makan, Ciptakan Mantra

Biarkan ia tertawa dan tersenyum saat melihat wajah Bunda yang jenaka. Ketika lingkungan positif terbentuk, tentunya mendukung agar ia mau makan. Ada kalanya si kecil begitu semangat makan, mau makan sedikit, dan menolak untuk makan. Hal ini membuat para orangtua bingung, bagaimana cara mengatasi si kecil yang enggan makan. “Jamu untuk anak-anak biar mau makan. Untuk menambah nafsu makan, biar nafsu makannya ada,” terangnya. Pertahankan sikap menyenangkan selama memberi makan anak agar anak juga menyukai saat-saat makan mereka.

Menurut studi yang dilakukan oleh Dr Bernard-Bonnin di Kanada, sekitar 25-40% anak yang mengalami masalah kesulitan makan hanya berlangsung sementara. Bukan hanya makan bersama, Bunda juga bisa mengajak Si Kecil untuk menyiapkan makanannya bersama. Selain Si Kecil bisa mengenal beragam jenis makanan, momen ini juga bisa meningkatkan bonding antara Bunda dan Si Kecil. Biasanya, Si Kecil akan lebih tertarik untuk makan makanan yang sudah ia siapkan.

Hal ini membuat porsi makannya lebih pas saat waktu makan tiba. Beberapa anak terlahir dengan lebih banyak perasa di permukaan lidah mereka. Ini membuat mereka super sensitif terhadap rasa, dan akan menolak untuk makan makanan yang mungkin tidak terasa sempurna. Makanan siap saji umumnya banyak mengandung garam, gula, dan lemak atau kolesterol dan rendah akan nutrisi penting, seperti protein, vitamin, dan mineral. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan tidak sehat ini bisa membuat anak lebih berisiko mengalami diabetes, kegemukan atau obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Selain dapat mencari cara agar sang buah hati kembali mau mengonsumsi nasi, cara ini juga bisa meningkatkan kedekatan antara orangtua dan anak. Beberapa anak menolak makan ketika mereka terlalu banyak konsumsi camilan di siang hari. Mereka memiliki perut yang lebih kecil, jadi tidak perlu banyak waktu untuk membuat mereka kenyang. Jika anak menolak makan nasi, maka alternatif karbohidrat yang bisa dipilih seperti jagung, roti, sereal, ubi jalar, labu, wortel, dan kacang-kacangan.

Mengapa anak-anak susah untuk makan

Salah satunya adalah dengan mengganti piring makan yang selama ini digunakan dengan piring makan warna warni dan merubah bentuk makanan. Hal tersebut bisa dilakukan saat anak sudah mulai bosan atau tidak suka dengan cara makan yang selama ini Anda gunakan maupun tempat makan yang digunakan dianggap membosankan. Jadi, Moms bisa mengatur makan sebagai cara mengatasi anak susah makan. Hindari pemberian camilan seperti kudapan atau susu dua jam sebelum makan karena hal ini dapat membuatnya lebih cepat kenyang hingga akhirnya menolak untuk makan.

Nutrisi-nutrisi ini dapat ditemukan dalam makanan bergizi seperti protein tanpa lemak, buahbuahan, sayuran, produk susu, polong-polongan, kacang-kacangan dan biji-bijian. Buat suasana makan yang menyenangkan untuk anak, sehinggamoodanak lebih baik saat makan dan menambah selera makannya. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah mengadakan acara makan keluarga yang rutin. Tampilkan air muka yang positif dan hindari menunjukkan marah dan frustasi Anda, jika anak lama atau menolak menghabiskan makanannya. Tak perlu juga terlalu berlebihan memuji ketika ia berhasil melahap semua sayur yang dihidangkan.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui penyebab anak susah makan dan cara mengatasinya, sehingga kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi. Membantu anak mengalami kelompok makanan baru, terutama penderita anoreksia, tidaklah mudah. Salah satu tips untuk mengatasi masalah ini adalah agar orang tua mengalaminya bersama anak-anaknya. Ketika dia melihat ayahnya suka makan makanan enak, saat ini bayi akan menirunya. Atau ketika sudah disodorkan makanan, makanan tersebut ditolak mentah-mentah atau dimuntahkan.

Orang tua yang memiliki bayi atau balita pasti sudah sering dihadapkan dengan kondisi anak yang pilih-pilih makanan atau bahkan enggan untuk makan. Kondisi ini sering membuat orang tua cemas karena takut tumbuh kembang anak jadi terhambat. Fase ini pada waktunya akan berlalu dan perlahan pasti keinginan makan anak akan membaik. Sementara itu, cobalah terapkan lima kiat berikut untuk mengatasi anak susah makan. Jika Anda tidak ingin anak Anda berakhir dengan kondisi kekurangan gizi, pandai-pandailah mengatur waktu untuk aktivitas anak.

Makan yang dilakukan oleh anak merupakan aktivitas memasukkan makanan ke dalam tubuh melalui mulut yang dibantu dengan orang tua. Pada tahapan usia 9 bulan – 2,5 tahun memang masih merupakan suatu hal yang wajar jika anak makan berlama-lama karena ia belum mengenal konsep waktu. Setelah itu, ajak mereka ke dapur dan membantu kamu dalam mempersiapkan makanan di meja.

Seperti anak-anak yang bisa mengalami stres yang membuat nafsu makannya menurun drastis. Bisa karena takut anaknya tidak tumbuh normal atau takut anaknya kekurangan nutrisi penunjang tubuh. Makan merupakan kebutuhan dasar setiap orang dari berbagai usia. Semua orang harus makan untuk pertumbuhan maupun menunjang aktivitas sehari-hari.