Mengendalikan Hawa Nafsu

Komunikasikan segalanya agar perasaan dan emosi bisa tersampaikan dengan baik. Dengan begitu Anda pasti bisa merespon masalah dengan lebih baik lagi di dalam keluarga. Seperti yang kita ketahui, perasaan marah atau kesal bisa membuat seseorang hilang kendali dan melakukan hal-hal yang terjadi di luar batas kesadarannya.

Anak akan belajar ketika dia menangis ketika permintaannya tidak dituruti kemudian setelah menangis dan merengek permintaannya dituruti maka anak akan cenderung mengulanginya. Itu hanya hasil penyerapan emosi yang ia terima dari sekelilingnya. Cara mengekspresikannya pun masih tergantung kondisi yang dirasakannya.

Dahlan mendirikan sendiri Madrasah Muhammadiyah 1918 di Yoyakarta untuk menarik minat penduduk di kalangan Islam Priyayi dan Abangan di Kota Yogyakarta. Trend pendidikan ala Belanda bagi mereka menjadi sebuah gengsi tersendiri bila bisa masuk dan belajar di dalamnya. Dahlan mendirikan sekolah mannequin Belanda dengan mengajarkan ilmu-ilmu Islam di samping pelajaran umum. Dari model sekolah Belanda dengan memasukan pelajaran Agama Islam itu, maka disebutlah sebagai Madrasah.

Dengan kata lain, seni dimana kesehatan berkaitan, dan akan diperbaiki setelah hilang. Untuk membantu orang-orang mempelajari adab, beberapa ahli multi disipliner Islam menulis buku-buku teks yang menyajikan informasi dasar mengenai semua bidang ilmu pengetahuan tersbut. Beliau adalah ulama’ yang sangat pandai dalam hal agama dan ilmu pengetahuan.

Cara  mengkontrol emosi kepada anak

Semakin sering dilatih, lama-lama orang tua bisa menguasai diri dan membuat anak mengerti bahwa perilakunya salah. Dengan memiliki harapan yang wajar, itu dapat membantu Anda menekan emosi yang berlebih . Karena ketika Anda tak mampu mengendalikan emosi, itu akan memengaruhi pola asuh anak dan perkembangan si kecil nantinya. Tanpa kemampuan mengontrol emosi, anak pun akan merasa tidak nyaman saat bersama Anda –timbul rasa takut, dan akhirnya si kecil akan menjaga jarak dengan orangtuanya– sehingga hubungan keluarga pun tidak lagi hangat.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara melihat emosi negatif anak sebagai peluang untuk pengajaran, membantu anak untuk melabeli emosinya dan melatih anak untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi emosi. Orang tua/pengasuh berinteraksi dengan cara tidak mengabaikan emosi yang sedang dirasakan oleh anak, membantu anak memberikan label emosinya, serta memberikan pujian saat anak berhasil melakukan suatu hal. Dalam hal emosi, individu yang sehat adalah mereka yang mampu melakukan pengelolaan terhadap emosinya. Yang pertama adalah kemampuan mengekspresikan emosi sesuai dengan situasi yang dialami dan yang kedua adalah kemampuan mengendalikan perilaku, khususnya perilaku yang tidak adaptif yang mengikuti suatu emosi terutama emosi negatif. Salah satu aspek pertumbuhan anak yang penting untuk di kontrol adalah perkembangan emosi. Emosi dapat mendorong munculnya perilaku dan saat anak belum mampu untuk mengungkapkan apa yang ia rasakan, inginkan, atau pun pikirkan, perilaku ini lah yang merefleksikan apa yang terjadi di dalam anak.

Tanda ketiga, buah hati dengan perkembangan emosi yang baik biasanya mampu berkonsentrasi. Tanda yang keempat, emosinya juga tidak mudah lepas kontrol alias tantrum berulang kali. Perkembangan emosi anak sangat berhubungan dengan pemahaman dan kemampuannya mengendalikan emosi. Bunda pun harus jeli memperhatikan untuk bisa mengetahui sehat tidaknya emosi sosial anak Bunda. Emosi, baik yang positif dan negatif, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manusia.