Latih Kesabaran Anak Dengan 3 Cara Ini

Minta agar Si Kecil untuk menyusun puzzle hingga selesai, jika ia berhasil jangan lupa beri pujian sebagai penghargaan baginya. Selain melatih sabar, permainan tersebut juga bisa melatih konsentrasi dan ketelitian. Ajak Si Kecil untuk bisa menjalani budaya antri sesuai dengan gilirannya. Mulai dari antri primary perosotan, antri masuk kelas atau antri saat membayar ke kasir.

Padahal, dengan mendengarkan pikiran anak-anak, bisa menemukan jalan keluar yang sesuai. Bila hal itu yang sering kita lakukan maka anak akan memiliki konsep diri yang positif yang tentu akan berdampak baik pula untuk kehidupannya. Lalu, apa saja sih yang bisa dilakukan oleh mother untuk menanamkan sekaligus melatih kesabaran pada si kecil?

Melatih kesabaran pada anak

Selain menyenangkan dan juga menghibur, bermain balok susun juga memerlukan kesabaran loh bunda. Sebab, permainan ini membutuhkan kreativitas sampai membentuk sesuatu yang ia inginkan. Selain itu, ia perlu berhati-hati agar susunan baloknya tidak roboh dan menjadi berantakan.

Ketika anak diminta menunggu, berarti ia sedang menahan atau mengendalikan dirinya. Moms bisa memulai hal ini dengan latihan sederhana, ketika anak minta susu. Moms bisa meminta anak untuk menunggu beberapa saat, misalnya menunggu pekerjaan Moms selesai, atau menunggu anak menyelesaikan mainannya. Moms harus punya tekat kuat untuk melatih anak bersabar, sehingga Moms bisa yakin pada kemampuan anak. Di awal latihan, mungkin bisa saja anak, rewel, marah, hingga berujung tantrum.

Makanya, perlu sekali mengajarkan pada anak untuk melakukan apa saja yang bisa dia lakukan sendirian termasuk bermain. Dari situ dia akan belajar untuk tidak menganggap sendiri adalah hal yang aneh. Nakita.id – Mengajarkan kesabaran pada anak itu penting karena untuk melatih anak tetap tenang dan tidak mudah stres atau gelisah ketika menghadapi kesulitan. Anak pun terlatih untuk tidak memaksakan keinginannya, belajar menunggu saat meminta sesuatu kepada orang tuanya yang sedang melakukan hal lain.

Anak akan terlatih untuk memahami emosinya dan belajar untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih mandiri. balitabiasanya mengekspresikan emosinya dengan cara menangis. Jika sudah begitu, orang tua mungkin saja bingung, harus mengikuti kemauan si kecil atau memintanya untuk bersabar dulu. balita, Anda mungkin sering menjumpai tingkah lakunya yang sering kali tidak sabar. Si kecil mungkin juga suka memaksakan kehendaknya dan merengek agar keinginannya dipenuhi saat itu juga.