Empat Cara Atasi Kecanduan Gawai

Artinya, Anda memiliki tugas yang lebih berat untuk memperbaiki ‘kerusakan’ ini. Ditunjukkan atau tidak — dan semakin sering kita marah padanya, ia akan semakin defensif dan semakin enggan menunjukkan perasaannya — kemarahan kita merupakan hal yang menakutkan bagi anak kita. Delapan puluh lima persen orang dewasa mengakui bahwa mereka pernah ditampar atau dipukul oleh orangtuanya .

Sebenarnya, mendidik anak yang keras kepala dengan cara ini tidak akan membantu, malah akan memicu perlawanan dari si kecil. Kondisi ini sangat memengaruhi psikologis anak dan membuat anak merasa tertekan ketika menghadapi masalah tanpa berkonsultasi dengan orang tuanya. Ketika anak mulai mengasingkan diri dari orang tuanya, ia akan mencari perlindungan dari orang lain.

Tips kesehatan kali ini membahas tentang protokol pencegahan penularan Covid-19. Penyakit pilek adalah salah satu penyakit yang populer di masyarakat. Untuk kali pertama mantan kekasih Kaesang Pangerap, Felicia Tissue bicara blak-blakan tentang kandasnya kisah asmara mereka. Menutup telinga bisa menjadi solusi terbaik agar Anda tidak ikut emosi. Katakan juga “Bunda tidak akan berbicara dengan kakak/adik sampai kamu mau berbicara dengan baik dan sopan” lalu tinggalkan ia ke ruang lain untuk memberi jeda waktu. Praremaja merupakan usia di amana anak sedang mencari jati dirinya.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Oleh karena itu, untuk mendisiplinkan anak, jangan memukul atau menyakiti anak secara fisik. Teori sindrom anak tunggal meyakini bahwa anak tunggal dimanja karena terbiasa mendapatkan apapun yang diinginkan dari orang tua. Mantan kekasih Kaesang Pangarep, Felicia Tissue, buka suara secara langsung untuk kali pertama. Solusinya, Ibu dapat meluangkan waktu sejenak untuk berdua dengan pasangan.

Justru anak-anak ketika melakukan itu tidak dosa, dan malah orang tuanya yang bisa dianggap berdosa karena sudah memarahi anaknya. Orang tua dapat memantau penggunaan gawai pada anak dengan menanamkan aplikasi pemantau di telepon genggam milik anak. Ini agar orang tua tahu berapa lama anak menggunakan telepon genggam dan apa saja yang dilakukan anak dengan telepon genggamnya. “Orangtua harus menjadi panutan. Anak-anak meniru kebiasaan berponsel dari orang dewasa,” terang salah satu pendiri Parenting Power, Gail Bell. “Orangtua harus tahu bahwa anak-anak menyukai media. Semua orang suka media. Jadi, jika orangtua bersikap negatif, anak-anak akan mengabaikan,” tambah Johnson. Layaknya orangtua yang peduli terhadap tumbuh kembang anak, pasti akan miris dengan perilaku tersebut.

Maka itu, ketika mereka sedang menghadapi masalah, solusi yang terpikirkan adalah perilaku kasar. Hal ini membuat anak saat dewasa nanti, tidak akan ragu membentak orang lain. Saat anak terlalu sering dibentak, salah satu akibat yang mungkin terjadi adalah hubungan orangtua dan anak menjadi renggang.

Kebiasaan berteriak dan membentak hanya membuat mereka merasa tertekan secara emosional. Dengan adanya reward and punishment di dalam rumah, Mama jadi lebih mudah dalam mengontrol perilaku buruk si Kecil. Mama harus bisa menghindari bentuk sanksi dalam bentuk kekerasan ya, entah itu kekerasan fisik maupun verbal. Namun tak hanya Mama saja nih yang berperan dalam membentuk perilaku anak, semua anggota di dalam keluarga juga harus bisa mencontohkan yang baik-baik ya.

Lihat anak sebagai sosok yang tak bersalah dan berperilaku sesuai perkembangannya. Dengan begitu, orang tua mudah memaafkan ketika anak berbuat kesalahan. Ketimbang menghukum anak, sebaiknya kita menunjukkan cara melakukan sesuatu dengan benar. Terlebih, menurut metode pendidikan Montessori, di rentang usia 0-3 tahun, anak belum bisa membedakan informasi dan kesan yang ia terima tergolong positif atau negatif.

Jangan sesekali membentak ataupun meninggikan suara ketika anak tidak mendengarkan nasihat Anda. Sebab, perilaku itu akan ditirukan kemudian hari bahkan mereka bisa balik membentak Anda. Anak yang sering dibentak oleh orangtuanya akan cenderung lebih takut. Hal ini membuat anak akan selalu ragu untuk mengambil keputusan atau berbuat sesuatu.

“Kemarahan datang dari iblis, iblis dicipatakan dari api dan api padam hanya dengan air. Jadi ketika salah satu dari Kamu menjadi marah, dia harus melakukan wudhu,” . “Siapa saja yang memiliki anak harus melatih membawa diri mereka ke tingkat masa kecil mereka,” diriwayatkan dari Imam Ali . Anak yang tidak percaya diri akan menyulitkan ia dalam menjalani aktivitas. Ia akan merasa tidak dihargai, tidak berguna hingga merasa selalu berbuat salah. Jika sekali saja dibiarkan bertindak melewati batas, ia akan melakukannya lain waktu,” kata Wade Hom, psikolog klinik dari Maryland, Amerika Serikat.