7 Cara Mengatasi Anak Susah Makan

Selain itu, makan dengan porsi besar dari biasanya akan membuat anak anda bosan. Sering bukan kita melihat ada anak yang makan lalu tidak dihabiskan ? nah itu adalah salah satu contoh dari porsi besar yang kita berikan untuk anak. Peralatan Makan Yang Menarik Untuk AnakAnak akan bersemangat untuk makan jika alat makan yang anda berikan terlihat menarik untuk digunakan. Cobalah untuk memberikan alat makan dengan decoration berkarakter kesukaan anak atau berikan warna kesukaan anak. Saat anak sariawan, perbanyaklah berikan buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Semua itu bisa menyebabkan anak gatal, mual, diare, dan tentu saja kehilangan nafsu makan. Baik orang dewasa, remaja, balita, maupun bayi, sepertinya sangat normal jika kehilangan nafsu makan ketika kesehatannya sedang menurun. Tak perlu marah-marah, sebel hingga memaksa, begini cara yang tepat untuk mengatasi anak balita yang susah maupun mogok makan. Bagi ibu yang memiliki balita susah makan sebaiknya tidak membiasakan diri untuk memberikan hadiah setelah anak mau makan. Hal itu bisa membentuk sifat tidak tulus pada anak sebab, segala sesuatunya harus diberikan balasan. Nah, alangkah lebih baik setelah mengetahui penyebabnya di atas dan cara mengatasinya, sertakan vitamin agar dikonsumsi si kecil.

Beberapa anak terlahir dengan lebih banyak perasa di permukaan lidah mereka. Ini membuat mereka tremendous sensitif terhadap rasa, dan akan menolak untuk makan makanan yang mungkin tidak terasa sempurna. Jangan memaksa anak untuk makan, karena tindakan tersebut justru akan menimbulkan trauma. Hindari makan sambil bermain, karena kebiasaan tersebut justru akan merepotkan orang tua.

Bagaimana cara untuk mengatasi anak yang susah makan

Bagi anak yang sangat pemilih dalam makanan ia cenderung kerap menolak banyak makanan dan berakhir susah makan. Banyak orang tua dapat merasakan frustrasi karena memiliki anak yang menolak untuk makan apapun. Memilih-milih makanan seringkali dilakukan oleh si Kecil dan membuat orangtua frustasi. Hal ini biasa ditandai dengan si Kecil yang selalu makan makanan yang sama terus menerus, lalu tidak mau makan sama sekali hingga menjadi susah makan. Sekitar 20% balita mengalami masalah makanyang dikenal sebagai picky eaters. Apa yang dapat Ibu lakukan untuk mengatasi masalah susah makan pada si Kecil agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi?

Dengan terus mengeksplorasi jenis makanan, masalah sulit makan akan hilang. Balita yang sulit atau sering memilih-milih makanan adalah tantangan bagi orangtua dalam memahami karakter, kemampuan makan, dan selera makan anak. Melalui pendekatan dan pemahaman yang baik, masalah pemberian makanan mampu diatasi untuk mendukung tumbuh kembang Balita yang optimal. Jika diterapkan secara rutin, cara ini setidaknya dapat membantu mengatur jadwal makannya sehingga lama-kelamaan, masalah anak susah makan bisa teratasi dengan baik.

Menurunnya nafsu makan anak memang situasi yang membuat banyak orang tua jadi panik. Cara mengatasi anak susah makan selanjutnya adalah dengan memberikan makanan dalam jumlah kecil namun dengan intensitas yang cukup sering. Terkadang anak bukannya tidak menyukai, akan tetapi ia sekadar belum mengenal makanan baru yang Ibu sajikan.

Perhatikan hasilnya, sang anak niscaya akan meminta makan sendiri tanpa harus disuruh. Tidak melulu harus bebas, anak bisa diarahkan juga untuk memilih makanan bergizi oleh orangtua. Para orangtua bisa melibatkan anak untuk membeli atau ikut meletakkan bahan makanan bergizi pada makanannya. Jangan mengancam dan menghukum agar si anak mau mencoba makanan baru.

Dengan membuatkan jadwal makan, ini akan membuat Si Kecil mengenal rutinitas dan terlatih untuk disiplin. Sebenarnya, masalah Si Kecil susah makan merupakan hal yang normal terjadi. Menurut ahli gizi, balita merupakan sosok yang cukup temperamental bila dikaitkan dengan makanan. Hal ini menunjukkan bahwa sesuatu bisa saja dengan mudah berpengaruh terhadap kebiasaan makan Si Kecil. Selain itu, balita yang memang sedang dalam proses membangun kemandirian seringkali juga mengalami preferensi terhadap rasa serta besar porsi yang ingin dia makan. Ketika usia anak semakin bertambah, perkembangan otak anak akan semakin meningkat dan hal ini sedikit banyak memunculkan sifat membangkang dan egois pada anak.

Bunda juga bisa mengenalkan jenis makanan baru yang disajikan bersamaan dengan makanan favoritnya. Selain itu, hindari waktu makan yang berdekatan dengan waktu tidur, karena rasa lelah juga dapat memengaruhi minat Si Kecil mencoba makanan baru. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut dapat memengaruhi bahkan menghambat proses tumbuh kembang anak. Hal ini karena kebutuhan zat gizi hariannya tidak terpenuhi secara optimum untuk mendukung pertumbuhannya.

Penerapan jadwal makan bagi anak dapat membuatnya untuk terbiasa makan pada waktu-waktu tertentu yang dapat berujung menjadi rutinitas baginya. Hal ini disebabkan dari kegiatan yang terjadwal mempunyai kecenderungan membuat suatu kebiasaan baru, apalagi pada anak di usia tumbuh kembang. Selain konstipasi, intoleransi makanan juga bisa menyebabkan bayi kehilangan nafsu makan lho, Ma.