6 Cara Mengatasi Anak Susah Makan, Orangtua Wajib Tahu Triknya

Ada beberapa yang mengandung gula supaya rasanya manis, tetapi berpotensi membuat si Kecil terkena obesitas. Apakah suplemen yang diberikan memang cocok dikonsumsi untuk usia si Kecil. Suplemen vitamin dibutuhkan untuk mengoptimalkan dan mengejar ketertinggal si Kecil dalam hal tumbuh kembang akibat gizi buruk. Mam juga bisa bertanya kepada si Kecil bila ia sudah bisa melakukan komunikasi dua arah. Salah satunya dengan mengajak anak berimajinasi, misalnya berpura-pura kalau sendok adalah sebuah mobil yang bersiap parkir. Mam juga mungkin memaksa si Kecil untuk tetap makan dengan cara mencekokinya.

Mengapa anak-anak susah untuk makan

Tanpa di sadari anak akan mendekat dan istirahat bersama ibunya untuk menikmati hidangan rumah. Kekurangan gizi akibat kebutuhan gizi tidak terpenuhi yang dapat terlihat dari lambatnya perkembangan anak serta berat badan anak. Orangtua mungkin beranggapan bahwa tubuh mungilnya itu terbentuk karena anaknya kurang makan dan kurang gizi.

Oleh karena itu, meskipun bayi makan lebih sedikit, orang tua sebaiknya hanya memberikan waktu makan sekitar 30 menit. Saat anak menolak makan, ibu sering mencoba membujuk mereka untuk makan dengan cara yang berbeda. Misalnya dengan mencontoh resep unik yang disukai si kecil.

Akhirnya, beberapa orang tua mungkin saja berpikiran untuk memaksa anak makan. Padahal cara tersebut sebaiknya jangan dilakukan, sebab semakin Anda memaksa si kecil, justru ia semakin stres dan tidak mau makan, Moms. Bila si Kecil terbiasa makan teratur dengan memenuhi asupan gizi seimbang, makan suplemen vitamin sudah tidak lagi dibutuhkan. Ini karena makanan yang dikonsumsi si Kecil sudah memenuhi kebutuhan gizi si Kecil untuk tumbuh kembangnya. Kurus atau gemuknya si Kecil bukanlah tolok ukur yang mutlak dari segi kesehatan. Kenali penyebab si kecil susah makan dan ciri-ciri anak yang butuh suplemen vitamin.

Jangan takut dengan lantai kotor dan meja makan yang berantakan. Hal tersebut justru membuat temper anak menjadi baik dan suasana menjadi nyaman. Anak akan langsung bete jika melihat nasi yang sudah dicampurkan dengan lauk dalam satu piring. Sebaiknya ibu memisahkan antara nasi dan juga lauk agar anak lebih berselera makan.

Komunikasikan dengan anak mengapa ia menolak makanan tertentu atau sulit untuk diajak makan. Jangan sampai Anda keliru dalam menanggapi penolakan anak terhadap makanan. Jika Anda tahu penyebabnya, solusi yang diterapkan akan lebih tepat. Hal ini penting agar tidak memicu suasana tidak menyenangkan dan penuh tekanan bagi anak, terutama saat hendak makan. Bila si Kecil masih menolak makan, jangan langsung ditawarkan alternatif lain seperti susu atau camilan. Ketika si kecil enggan untuk makan, maka Anda bisa memberikan tampilan yang menarik, dan hal ini pastinya membuat si kecil merasa bersemangat untuk memakan makanannya.