10 Cara Mendidik Anak Yang Keras Kepala Agar Patuh Dan Disiplin

Untuk itu, membaca buku-buku mengenai parenting menjadi cara sederhana tapi penting bagi para orang tua hebat yang ingin bisa mengasuh anaknya dengan baik dan benar. Setiap orang tua pasti ingin anak-anaknya berperilaku baik, berprestasi dan menjadi orang yang sukses. Misalnya anak memecahkan gelas, maka perlu dijelaskan akibat dari perilaku itu sehingga ke depannya anak perlu lebih berhati-hati dan segera minta maaf jika salah.

Berbicara dengan anak tanpa membentak

Ingat, tidak semua kenakalan anak harus direspon dengan cara memarahi atau menghukum anak. Dengan begitu, kita pun akan lebih tenang dalam menghadapi ulah si kecil. KOMPAS.com – Tiap orangtua pasti pernah marah atau merasa kesal dengan perbuatan anaknya. Hal ini wajar, karena tiap orangtua ingin anaknya menjadi orang yang baik. Mereka salah satunya, harus belajar mengatakan “tidak” secara tegas dengan sabar, penuh kasih sayang, dan berwibawa. Anak-anak yang ketakutan sangat mungkin tumbuh menjadi pribadi yang tertutup.

Terkadang Mama memang kurang sabar dalam menghadapi si Anak yang nakal dan sulit diatur. Namun, membentaknya merupakan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan ya. Anak-anak yang mendapatkan perlakuan buruk dari orangtuanya di lingkungan keluarga pasti memiliki respon berbeda-beda. Membentak si Anak di depan umum hanya akan menurunkan kepercayaan dirinya menjadi rendah.

Bahkan, kalimat dari orang tua yang tidak disangka akan menyakitkan untuknya bisa berdampak buruk pada dirinya. Alih-alih memahami maksud nasihat ibunya, anak malah bisa mengalami trauma psikis yang dapat mengganggu perkembangan psychological dan kecerdasannya. Agar bisa menjadi pendengar yang baik, anak tentu harus tumbuh di lingkungan yang membuatnya berpikir positif. Saat orang tua berbicara dengan nada tinggi terus menerus membuat mereka terganggu dan mengalami gangguan pendengaran. Mendidik si Anak dengan cara yang kasar seperti membentak, memukul hingga melakukan hukuman fisik hanya akan berdampak buruk pada mentalnya lho.

Pahami bahwa menasehati Anak dalam kondisi marah bukanlah hal yang bagus. Lebih baik Anda menyendiri dulu sesaat dan kembali ketika Anda sudah lebih tenang. Menjauhlah dari anak supaya Anda tidak tergoda untuk melakukan kekerasan padanya. Cukup katakan setenang mungkin, “Mama terlalu marah saat ini dan belum bisa bicara. Mama akan ke kamar sebentar dan menenangkan diri.” Menghindari anak bukan berarti membiarkan ia menang. Justru akan membuat ia berpikir betapa serius masalah ini dan memberikan contoh pengendalian diri padanya.

Justru ketika kita berbicara perlahan, pasti, dan fokus, anak-anak akan semakin baik mendengarkan isi pembicaraan orangtua. Perbanyak diskusi dan ngobrol bareng dengan anak agar Parents mempunyai kedekatan lebih intens sehingga anak merasa lebih nyaman. Dengan begitu, saat kita memahami perasaannya dan menjadi teman, mereka pun akan nyaman untuk bercerita tanpa harus membentak dan meninggikan suara. Terapkan aturan dan nilai-nilai yang perlu dipatuhi semua anggota keluarga.